Beranda  \  Berita

Lawan Covid-19 Melalui Program RAKSA

Penataan Kawasan Pemukiman Prioritas Disperkimtan Untuk Optimalnya Penanganan Wabah Korona

Lawan Covid-19 Melalui Program RAKSA

Dalam mendorong program percepatan penanggulangan pandemi covid-19, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bandung terus menggalakan program Rumah, Air, Kakus, Sampah dan Alam (RAKSA) untuk Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Ir. Erwin Renaldi mengatakan, melalui program Sabilulungan RAKSA Desa, pihaknya merasa optimis bisa mempercepat menanggulangi penyebaran covid-19 di Kabupaten Bandung.

”Meski di tengah pandemi covid-19, proses pembangunan yang telah, sedang dan akan berlangsung tetap menjadi program kami. Semuanya mengandung maksud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Erwin saat ditemui di Soreang, Selasa (26/5).

Menurutnya, Sebagian besar masyarakatnya tinggal di pedesaan, maka pemerintah kabupaten bandung memposisikan pembangunan desa sebagai ujung tombak. Hal itu, sejalan dengan visi pembangunan Bupati Bandung Dadang Naser untuk memantapkan pembangunan pedesaan.

”RAKSA merupakan program kami, dan memang reguler. Di masa pandemi, RAKSA mendukung pemerintah dalam percepatan penanggulangan mewabahnya covid-19 di Kabupaten Bandung. Sebab, melalui RAKSA masyarakat diberikan sosialisasi tentang PHBS,” jelasnya.

Erwin menjelaskan, dengan gerakan sabilulungan RAKSA Desa, salah satu upaya untuk melawan penyebaran covid-19. Sebab, makna dari program RAKSA, bertujuan untuk membantu mengentaskan segala permasalahan sosial di wilayah Kabupaten Bandung.

” Melalui program ini, kami berupaya mensejahterakan masyarakat agar dapat tinggal di rumah yang sehat dan layak huni, dengan ketersediaan air yang bersih dan cukup,tempat mandi dan kakus (jamban), yang bersih dan layak pakai, pengeloaan sampah yang baik serta menjaga keasrian dan kelestarian alam lingkungan sekitarnya. Hal itu juga, salah satu langkah dalam mengantisipasi dan melawan penyebaran covid-19,” akunya.

Erwin menambahkan secara umum masyarakat bisa mengimplementasikan program RAKSA. Karena, melalui program tersebut diharapkan semua masyarakat bisa menerapkan PHBS untuk bersama melawan dan mengantisipasi penularan virus korona.

” Meski dimasa pandemi covid-19, kami tetap melanjutkan program. Karena, program RAKSA berkaitan dengan PHBS. Selain itu, program padat karya untuk ketahanan ekonomi,” tuturnya.

Meski demikian, dirinya mengakui ada beberapa program yang terkendala. Oleh karena itu, pigaknya akan terus mensuport khususnya program dalam penanganan pasca pandemi demi keselamatan masyakat. Melalui penataan lingkungan, menjaga kebersihan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.

”Kita akan terus menggalakan PHBS kepada masyarakat. Harus disosialisasikan, sehingga jadi budaya,” ujarnya.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, sebagai langkah nyata untuk mendorong percepatan penanggulangan penyebaran covid-19, pihaknya membuat puluhan tempat cuci tangan yang disalurkan ke Desa yang tersebar di 31 Kecamatan.

” Sebagai langkah nyata, kita sudah membuat dan menyalurkan sekitar 50 unit tempat cuci tangan yang disebar ke beberapa Desa. Selain itu, kami juga sudah mempersiapkan lokasi TPU untuk memakamkan jenazah korban pandemi,” kata Erwin.

Menurutnya, karena sarana dan fasilitas umum di tutup untuk sementara. Sehingga, kami fokus pada penangan di wilayah Desa, lingkungan dan pemukiman warga secara langsung. Erwin mengatakan, dengan adanya musibah global tersebut diharapkan menjadi pelajaran. Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat agar selalu menerapkan PHBS.

”Semoga dengan menerapkan PHBS, kondisi pandemi cepat berlalu. Sehingga, kehidupan masyarakat kembali normal. Dan kami juga bisa melaksanakan program sesuai dengan rencana, walau saat ini juga tetap berjalan meski harus menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (adv/rus)